PRESTASI DIRI
4.1.1 PENGERTIAN
PRESTASI DIRI
Pengertian Prestasi adalah hasil yang telah dicapai,
dilakukan, diperoleh atau dikerja- kan. Prestasi setiap orang tidak selalu sama
dalam berbagai bidang. Misalnya, prestasi dalam bidang kesenian, olahraga,
sastra, kepemimpinan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya. Adapun menu-
rut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai
(dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).Prestasi muncul
sebagai hasil kerja keras untuk mendayagunakan potensi diri sehingga hasilnya
dapat dinikmati bersama. Prestasi seseorang erat kaitannya dengan potensi atau
kemampuan dasar yang dimilikinya. Potensi sendiri menyangkut kemampuan dasar
inteligensi, logika, dan sikap kerja.
Sebagai generasi muda yang terdidik,
kalian sebenarnya memiliki kesempatan luas untuk berprestasi. Prestasi tersebut
dapat terwujud jika kalian mampu menggali berbagai potensi diri, baik di bidang
akademis maupun nonakademis. Renungkanlah, kesempatan itu sesungguhnya juga
merupakan sesuatu yang berharga! Dapatkah kalian bayangkan, remaja yang hidup
di suatu negara yang dilanda peperangan dan kemiskinan? Mungkin mereka diimpit
oleh kekerasan, dicekam rasa takut, dan menderita kelaparan sehingga kesempatan
untuk mengembangkan diri menjadi terbatas. Oleh sebab itu, kita mesti
memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Begitu pula potensi yang telah
dianugerahkan Tuhan kepada kita, harus kita olah demi mencapai suatu prestasi.
4.1.2
ARTI PENTING PRESTASI DIRI
Orang harus selalu mengasah potensi dasar yang
dimilikinya agar menjadi suatu kemampuan atau keunggulan yang dapat dijadikan
modal untuk meraih kesuksesan. Mengasah potensi merupakan suatu keharusan
sebagai jalan untuk menuju kesuksesan. Seorang juara tinju dunia, misalnya,
harus giat berlatih setiap hari. Jika potensi yang kita miliki tidak kita asah
melalui berbagai kegiatan positif, niscaya potensi tersebut akan menguap dan
hilang begitu saja.
Menurut teori multiple intelligence yang dicetuskan oleh
Howard Gardner dalam bukunya Frame of Mind tahun 1985, manusia mempunyai
banyak kemampuan inteligensi. Gardner menemukan ada delapan macam kecerdasan
sebagai potensi yang dimiliki oleh setiap manusia, sebagai berikut.
a. Kecerdasan logis matematis.
b. Kecerdasan interpersonal.
c. Kecerdasan kinestis jasmani.
d. Kecerdasan dalam musik
e. Kecerdasan dalam bahasa.
f. Kecerdasan spasial visual.
g. Kecerdasan naturalis.
Keberagaman kecerdasan tersebut merupakan keberagaman
kecerdasan yang sesungguhnya telah dimiliki oleh setiap manusia sebagai karunia
dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, beragam kecerdasan atau potensi yang
ada hendaknya mendapat tempat, arahan, dan pengembangan yang baik dan
seluas-luasnya agar manusia memiliki berbagai macam karya atau prestasi yang
patut dibanggakan.
PRINSIP-PRINSIP
1. Kreatif
dan Inovatif
Kreatif
berarti memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan.
Inovatif
berarti memperkenalkan sesuatu yang baru, bersifat pembaruan
Ciri-ciri
berpikir kreatif dan inovatif anatara lain :
-
Peka terhadap lingkungan
-
Dinamis dan progresif
-
Terbuka
2. Bertanggung
jawab
Tanggung jawab adalah kewajiban yang
harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan dengan cara dan
hasil yang baik. Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat skala
prioritas, fokus pada program dan penjadwalan serta optimalisasi kegiatan.
3. Bekerja
Keras
Bekerja keras dapat diwujudkan dalam
bentuk selalu melakukan pekerjaan secara teratur dan bertanggung jawab, selalu
disiplin dalam bekerja, selalu mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar
Setiap tindakan yang dilakukan bukan
tanpa resiko, karena ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum
bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan
berusaha menghadapinya serta mengatasinya dengan baik.
SIFAT-SIFAT PRESTASI
Manusia memiliki
sifat-sifat yang berpengaruh terhadap pencapaian prestasi. Sifat- sifat yang
positif akan mendukung pencapaian prestasi. Sebaliknya, sikap-sikap yang
negatif akan menghambat atau menggagalkan pencapaian prestasi. Sifat-sifat
positif tersebut adalah sebagai berikut.
-
Sifat
Positif
a.
Memiliki
idealisme yang positif.
b.
Dinamis
dan kreatif.
c.
Keberanian
mengambil risiko.
d.
Optimis
dan kegairahan semangat.
e.
Kemandirian
dan disiplin murni.
f.
Fisik
yang kuat dan sehat.
g.
Sikap
kesatria.
h.
Terampil
dalam menerapkan iptek.
i.
Kompetitif.
j.
Daya
pikir yang kuat.
k.
Memiliki
bakat.
-
Sifat
Negatif
a.
Mudah
diadu domba.
b.
Kurang
berhati-hati.
c.
Emosional.
d.
Kurang
percaya diri.
e.
Kurang
mempunyai motivasi.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PRESTASI
1.
FAKTOR
DARI DALAM :
Bakat / potensi
Kepandaian/ kecerdasan atau intelektual
Minat
Kebiasaan
Motivasi
Pengalaman
Kesehatan
Emosi
2.
FAKTOR
DARI LUAR :
Kondisi keluarga
Kondisi lingkungan
Sarana dan prasarana
Kesempatan
BENTUK- BENTUK
PRESTASI DIRI
4 Bentuk Prestasi Diri Bagi
Keunggulan Bangsa Indonesia
Bentuk
peran serta prestasi diri dapat dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan
manusia. antara lain dibidang iptek, olah raga, bidang konomi sosial budaya dan
sebagainya.
a. Di bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi (Iptek)
Bentuk
peran serta prestasi diri di bidang Iptek dapat dilakukan dengan cara
mempelajari teknologi negara lain untuk diterapkan sesuai dengan kondisi negara
kita, mampu menciptakan teknologi tepat guna. Misalnya membuat pembangkit
listrik tenaga matahari atau tenaga air yang bisa dilakukan oleh masyarakat
pedesaan, membuat alat pengolah sampah menjadi kompos. Membuat alat perontok
gabah. Mengolah kotoran sapi menjadi biogas, Membuat alat-alat transportasi (motor,
mobil, kapal laut dan pesawat udara) menjadi juara dunia dalam perlombaan
bidang iptek.
Contoh
yang lain mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi mutakhir seperti sistem
komputerisasi dan alat komunikasi. Misalnya pada waktu dulu mengkoreksi hasil
pekerjaan ujian nasional siswa dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan
waktu yang cukup lama dan kurang obyektif. Tetapi dengan kemajuan teknologi
komputer sekarang dikoreksi dengan mesin scaner sehingga mempercepat proses dan
hasilnya cukup obyektif. Begitu juga rekapitulasi penghitungan suara dalam
pemilu dengan komputerisasi dan informasi data dapat dipublikasikan dalam waktu
singkat.Beberapa warga negara Indonesia yang berprestasi dibidang Iptek tingkat
dunia misalnya: Tjokorda Raka Sukawati menciptakan Pondasi kontruksi sosro bahu
untuk jalan layang. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie ahli Rancang bangun pesawat
terbang.
b.
Di bidang olahraga
Bentuk
peran serta prestasi diri di bidang olah raga antara lain menjadi juara
berbagai even olahraga regional dan internasional seperti juara dunia tinju,
juara dunia bulu tangkis dan cabang olah raga lainnya.
Prestasi Indonesia dalam bidang olahraga sudah tidak diragukan lagi, terutama olahraga di cabang bulu tangkis (badminton). Indonesia telah beberapa kali meraih kejuaraan di tingkat Internasional, baik pada masa kejayaan Rudi Hartono, Icuk Sugiharto, Susi Susanti, Taufik Hidayat dan lain-lainnya.
Prestasi Indonesia dalam bidang olahraga sudah tidak diragukan lagi, terutama olahraga di cabang bulu tangkis (badminton). Indonesia telah beberapa kali meraih kejuaraan di tingkat Internasional, baik pada masa kejayaan Rudi Hartono, Icuk Sugiharto, Susi Susanti, Taufik Hidayat dan lain-lainnya.
c.
Bidang ekonomi
Bentuk
peran serta prestasi diri di bidang ekonomi antara lain menjadi eksportir
maupun importir, menjadi pengusaha yang sukses, mendirikan industri yang banyak
membuka lapangan kerja; membangun pasar dan manajemen pasar yang modern.
Contoh
lain menciptakan dan mengembangkan industri seperti industri otomotif, industri
galangan kapal laut di Surabaya, serta industri lainnya yang mampu bersaing
dengan perusahaan asing. Beberapa pakar ekonomi yang banyak berperan serta
dalam mengembangkan ekonomi negara dan mampu bersaing dengan ekonom dunia
misalnya Dr. Budiono, Prof. Sumitro, Dr. Antonio, dan lain-lain.
d.
Bidang budaya
Bentuk
peran serta prestasi di bidang budaya antara lain menjadi juara dalam lomba
menyanyi, festival film, menjadi juara dalam paduan suara, lomba kecantikan.
Contoh
lain prestasi diri dalam bidang budaya adalah juara dalam festival kesenian
rakyat. Mengembangkan budaya nasional sehingga budaya tersebut menjadi budaya
internasional misalnya Baju batik, ukiran, dan kerajinan lainnya.
Beberapa
orang yang berprestasi tingkat dunia dalam bidang budaya antara lain: Vina
Panduwinata, Harvey Malaeholo, sebagai juara nyanyi, Christine Hakim sebagai
aktris terbaik.
Afandi
dan Basuki Abdullah sebagai pelukis. Masih banyak budayawan lainnya yang
berprestasi di tingkat dunia sehingga membawa harum nama bangsa Indonesia
MACAM-MACAM PRESTASI DIRI
a. Prestasi belajar prestasi hasil belajar
atau bidang pendidikan ini dapat di perinci lebih luas misalnaya prestasi
hasil belajar matematika ,, IPA ,, bahasa dan lail-lain...
b.
Prestasi
kerja prestasi kerja mencakup hal yang sangat luas misalnya
prestasikerja buruh ,, karyawan ,, pegawai negeri ,, petani,, dan lain-lain.
c.
Prestasi di
bidang seni dan budaya para seniman menghasilkan berbagai bentuk kesenian baik
seni lukis ,, seni pahat ,, seni musik ,, seni suara ,, panggung wayang orang ,,
ketoprak maupun berbagai jenis tari-tarian..
d.
Prestasi di
bidang olahraga para olahragawan memperoleh prestasi yang baik
dalam bidang olahraga misalnya Rudi Hartono ,, Taopik Hidayat berprestasi dalam
bidang olahraga bulu tangkis ,, Kris John berorestasi dalam olahraga tinju.
e.
Prestasi di
bidang politik dan pemerintah para pejabat negara dan
para anggota lembaga negara merupakan contoh orang-orang yang meraih prestasi
yang tinggi dalam bidang politik dan pemerintah. mereka mampu memimpin bangsa
dan negara serta meningkatkan kesadaran warga negara dan tentang arti
pentingnya hidupberbangsa dan bernegara.
f.
Prestasi di
bidang hukum alat-alat negara sebagai penegak hukum seperti polisi
,,hakim ,, jaksa maupun perangkat hukum lainnya merupakan contoh figur yang
memperoleh prestasi di dalam bidang hukum atau penegak hukum. selain para
penegak hukum dan ahli ketatanegaraan merupakan pihakyang memiliki prestasi
yang baik di bidang hukum ,, mereka telah membantu pemerimtah dalam menyusun hukum
dan memasyarakatan hukum.
g.
Prestasi di
bidang ekonomi bidang ekonomi merupakan bidang yang sangat
luas menyangkut hampir segala lapisan kehidupan masyarakat.
KARAKTERISTIK PRESTASI
Tiap anak
memiliki macam-macam gaya belajar yang cenderung unik. Contohnya, dalam satu
keluarga, pasti ada anak yang cenderung mudah menerima pelajaran pada suasana
hening, ada pula anak yang pola belajarnya cenderung lebih mudah terserap
dengan bantuan musik dan bahkan sambil menonton TV!
Macam-Macam Gaya
Belajar Anak Yang Perlu Anda Pahami
Ada empat macam
gaya belajar anak yang telah diketahui.
Visual : Biasanya mereka belajar dengan membaca dan mengamati
gambar dll
Auditory :
Gaya belajar yang mengandalkan pendengaran.
Mendengarkan
guru menerangkan salah satunya
Tactile :
Gaya belajar yang mengandalkan daya sentuh
Kinesthetic :
Gaya belajar yang mengandalkan aktivitas fisik
Pertama, anak didik yang tipe belajarnya
Auditory
·
Gunakan materi pelajaran berbasis audio
visual untuk membantu mereka belajar, bisa dengan berlangganan Channel TV yang
menyajikan acara edukasi dan tutorial mata pelajaran.
· Bantulah
mereka menggubah materi pelajaran mereka menjadi lagu yang unik atau sesuai
dengan lagu favorit mereka memudahkan mereka belajar.
·
Buatlah semacam tugas presentasi untuk
memaksimalkan kemampuan mereka menangkap dan menyampaikan informasi lisan di
depan kelas.
Sedangkan untuk buah hati Anda yang
memiliki gaya belajar Visual, dapat Anda maksimalkan dengan metode berikut!
· Pandu mereka untuk membuat sendiri
flashcard mata pelajaran, perkaya dengan berbagai bagan, gambar dan ilustrasi
untuk memicu daya belajar mereka.
· Ajaklah anak-anak dengan tipe gaya
belajar ini ke Kebun Binatang, situs sejarah, atau melakukan studi lapang untuk
mengamati langsung objek-objek yang ada di tiap materi pelajaran di sekolah
· Gunakan media audio visual untuk
membantu mereka belajar, terutama channel TV kaya acara dokumenter seperti
Discovery atau National Geographic, atau Anda dapat mendownload media
pembelajaran berupa flash animation secara gratis di internet
· Bantulah mereka ‘menerjemahkan’
informasi berupa tulisan menjadi bagan-bagan atau ilustrasi untuk mempermudah
mereka memahami suatu mata pelajaran di sekolah.
Kita lanjutkan pada cara memaksimalkan
gaya belajar anak dengan
tipe Kinesthetic dan tactile learning
·
Ajak
mereka membuat maket gunung berapi, memandikan hewan, mengamati dan membuat
buket tanaman untuk membantu mereka belajar dan mengenal alam. Seringlah pula
mengajak mereka wisata ke tempat bersejarah untuk membantu mereka belajar ilmu
pengetahuan sosial
·
Buatlah
tugas berupa praktikum atau pengalaman fisik lain untuk membantu memicu
pemahaman mereka di kelas.
· Mintalah mereka untuk mengumpulkan,
mengenal dan membuat karya seni dari benda-benda di sekitar Anda yang berhubungan
dengan materi pelajaran mereka di sekolah. Dengan begitu buah hati Anda akan
lebih mudah menerima mata pelajaran.
MENGANALISIS KELEMAHAN DIRI
Anda
harus selalu paham dengan karakteristik dalam diri. Pahami apa kelebihan dan
kekurangannya. Jika Anda berhasil melakukannya, setidaknya akan ada 5
manfaat dari mengenali kekurangan dalam diri sendiri, antara lain sebagai
berikut.
1. Tidak
sombong.
Orang
yang tahu jika dirinya mempunyai kelemahan tidak akan pernah sombong
membanggakan kelamahannya tersebut. Mereka akan senantiasa bersikap rendah hati
dan tidak berlebihan dalam bersikap.
2. Selalu mawas diri.
2. Selalu mawas diri.
Orang
yang paham dengan kelemahan dirinya juga selalu mawas diri untuk menganalisa
kekurangan apa saja yang harus segera diperbaiki. Ada bisa mawas diri sehingga
mampu mengontrol keinginan untuk berbuat hal-hal yang justru bisa merugikan
diri sendiri dan orang lain.
3. Termotivasi untuk belajar.
3. Termotivasi untuk belajar.
Ketika
merasa memiliki kekurangan, Anda pasti akan segera termotivasi untuk belajar.
Anda berharap dengan banyak belajar akan membuat diri menjadi semakin
berkembang. Sehingga, proses belajar yang baik dapat digunakan untuk mengurangi
bahkan menghilangkan kelemahan yang ada pada diri Anda selama ini.
4.
Tidak salah mengambil keputusan.
Seseorang akan cenderung menghindari
melakukan sebuah hal ketika merasa tidak yakin dapat melaksanakannya dengan
baik. Mereka tidak ingin ketidaktahuan yang ada justru menggiringnya kepada
jurang kehancuran. Jika dipikir dengan jernih, pernyataan tersebut sangat benar
karena tanpa keyakinan dan keterampilan untuk berhasil akan sangat bodoh jika
ada seseorang yang masih nekat melakukannya. Dengan demikian, sikap memahami
kekurangan diri sendiri ternyata mampu menghindarkan Anda dari kesalahan dalam
pengambilan sebuah keputusan.
5. Mudah bergerak maju.
Semakin
paham dengan kekurangan yang ada akan membuat Anda semakin termotivasi untuk
belajar demi menghapus kekurangan tersebut. Semakin banyak proses belajar yang
dilakukan akan semakin membuat diri Anda berkembang lebih pesat. Semakin pesat
perkembangan positif yang dihasilkan akan membuat Anda semakin mudah untuk
bergerak maju menuju tujuan yang selam ini dicita-citakan.Kekurangan tidak
selalu membawa dampak negatif jika Anda bisa menyiasatinya dengan baik. Bahkan,
kekurangan justru bisa menjadi titik klimaks kebangkitan Anda dalam meraih
kesuksesan.
MENGENAI
POTESI DIRI PRESTASI DIRI
Sebagai mahluk sosial,
manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah yang timbul sebagai
akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan harus mampu
menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Untuk itulah
setiap individu dituntut untuk menguasai beberapa ketrampilan seperti
ketrampilan pribadi, ketrampilan sosial, ketrampilan akademik dan ketrampilan
dalam bidang tertentu.
Dalam hubungannya dengan
prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka penekanan lebih pada
ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap
lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial. Ketrampilan
tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya dengan
memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan
teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan
anak, dan sebagainya. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka
akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya
sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat saat ia remaja atau
dewasa.
Menurut Zainun Mu’tadin (2006:1)
ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting
dan krusial manakala anak sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan
karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas
dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan.
Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan
menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga
dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung
berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial), dan
bahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya
gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dan
sejenisnya. Keadaan ini dinamakan prestasi diri yang negatif atau gagal. Tentu
sangat susah untuk membuat mereka berperan serta dalam berbagai aktivitas yang
berujung pada prestasi, atau memiliki prestasi diri yang positif atau sukses.
Berdasarkan kondisi
tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat
mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk
menyesuaikan diri. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut
dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan.Hal ini penting sekali karena
seseorang yang punya potensi sekalipun tidak selamanya akan selalu sukses.
Kadangkala dia akan mengalami kegagalan. Tetapi menanamkan pengertian bahwa
kegagalan adalah sukses yang tertunda adalah penting sekali, sehingga dia akan
terpacu untuk mencoba lagi sampai berhasil.
Salah satu tugas
perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan
masa remaja adalah memiliki ketrampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan
sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut
meliputi :
1. Kemampuan
berkomunikasi
2. Menjalin hubungan dengan orang lain
3. Menghargai diri sendiri dan orang lain
4. Mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain
5. Memberi atau menerima feedback
6. Memberi atau menerima kritik
7. Bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku.
Apabila ketrampilan sosial dapat
dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri
dengan lingkungan sosialnya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut
mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal sehingga dia akan dapat
berprestasi.
Menurut hasil studi Davis dan Forsythe
(1984), dalam kehidupan remaja terdapat delapan aspek yang menuntut ketrampilan
sosial (social skill) yaitu :
- Keluarga
- Lingkungan
- Kepribadian
- Rekreasi
- Pergaulan dengan lawan jenis
- Pendidikan/sekolah
- Persahabatan dan solidaritas kelompok
- Lapangan Kerja
Hubungannya dengan prestasi diri maka
seorang remaja dalam pengembangan aspek psikososialnya, harus dapat
dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kondisi yang kondusif
sehingga membuat tercapainya prestasi diri. Di bawah ini adalah beberapa hal
yang dapat berpengaruh bagi pengembangan aspek psikososial remaja :
Ciri-ciri individu yang kurang percaya
diri :
- Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok
- Menyimpan rasa takut /kekhawatiran terhadap penolakan
- Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri-namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
- Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
- Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil
- Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
- Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
- Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain) (Rini, Jacinta , 2002:2)
MACAM-MACAM POTENSI DIRI
Secara umum, macam-macam potensi manusia adalah sebagai berikut:
1. Potensi fisik, merupakan organ fisik
manusia yang dapat digunakan dan diberdayakan untuk berbagai kepentingan dalam
pemenuhan kebutuhan hidup. Potensi fisik berfungsi sesuai dengan jenisnya.
Contohnya, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar,
dan sebagainya.
2. Potensi mental intelektual
(intelectual quotient), merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia
(terutama otak belahan kiri). Potensi ini berfungsi, antara lain menganalisis,
menghitung, merencanakan sesuatu, dan sebagainya.
3. Potensi sosial emosional (emotional
quotient), merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama
otak belahan kanan). Potensi ini berfungsi, antara lain untuk mengendalikan
amarah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri, dan sebagainya. Emotional
quotient (EQ) lebih banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan.
4. Potensi mental spiritual (spiritual
quotient), merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri
kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar (bukan hanya
mengetahui nilai, tetapi menemukan nilai). Dengan SQ manusia dapat muncul
sebagai makhluk yang utuh secara intelektual, emosional, dan spiritual. Cara
pengungkapan SQ adalah melalui pendidikan agama dan pendidikan budi pekerti.
5. Potensi ketangguhan (adversity
quotient), merupakan potensi kecerdasan manusia yang bertumpu pada bagian dalam
diri kita yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang
tinggi. AQ merupakan salah satu faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang
karena mampu merespons berbagai kesulitan dengan baik. Dengan AQ, berarti
seseorang telah mampu mengubah rintangan menjadi peluang.
Potensi-potensi
tersebut, pada dasarnya masih merupakan kemampuan yang belum terwujud secara
optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan hal lain agar potensi tersebut dapat
didayagunakan, tentu saja manusia mesti memiliki ambisi. Ambisi inilah yang
mendorong orang untuk berusaha meraih keinginannya. Tanpa ambisi, orang hanya
akan merasa puas dengan kondisi yang dimilikinya sekarang, tidak ada keinginan
untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Walaupun demikian, kita harus mampu untuk
menakar kemampuan diri. Jangan sampai ambisi yang berlebihan, yang berada di
luar jangkauan dan kewajaran justru membawa kita ke jurang kesombongan dan
mendorong pada kegagalan.
Ambisi
adalah dorongan untuk mencapai hasil yang diperlihatkan dan dihargai oleh orang
lain. Menurut ilmu jiwa, ”keberhasilan” dimaksudkan untuk mempertinggi rasa
harga diri dan memperkuat kesadaran diri. Ambisi yang berlebihan (ambisius)
mungkin merupakan alat untuk menutupi ketidakberhasilan, baik bagi diri
sendiri, orang lain, maupun perasaan rendah diri. Ambisi berbeda dengan
cita-cita dan target. Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk
menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau
melakukan sesuatu. Cita-cita adalah suatu keinginan (kehendak) yang selalu ada
di dalam pikiran. Target adalah sasaran (batas ketentuan, dan sebagainya) yang
telah ditetapkan untuk dicapai.
Motivasi
untuk mencapai hasil bukanlah bawaan, tetapi dibentuk melalui pendidikan.
Masyarakat kita yang berorientasi pada sukses dan prestasi, membuat orang tua
mendorong ambisi anak dan muridnya. Akan tetapi, banyak orang tidak menyadari
bahwa ambisi yang berlebihan merusak keberhasilan. R.G. Stennet dapat
memperlihatkan bahwa, ambisi yang berlebihan memberi efek buruk terhadap hasil
yang dicapai.
Ambisi
yang berlebihan (ambisius) berakibat negatif, tidak hanya terhadap perkembangan
kemampuan untuk berhasil, tetapi juga terhadap perkembangan sosial. Orang yang
punya ambisi berlebihan cenderung egois dalam mencapai sasarannya. Oleh karena
orang yang ambisius lebih memusatkan perhatian pada tujuannya sendiri tanpa
memerhatikan tujuan orang lain, dan tidak terbuka pikirannya terhadap orang
lain.
Kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) adalah kemampuan orang untuk mengenal dan mengendalikan emosinya, mengenal dan memahami emosi orang lain, serta menunjukkan reaksi emosi yang sesuai dengan tuntutan keadaan.
Kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) adalah kemampuan orang untuk mengenal dan mengendalikan emosinya, mengenal dan memahami emosi orang lain, serta menunjukkan reaksi emosi yang sesuai dengan tuntutan keadaan.
BENTUK-BENTUK
POTENSIAL DIRI
Secara umum, potensi dapat
diklasifikasikan sebagai berikut.
- Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
- Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
- Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.
Menurut "Howard
Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai
berikut:
1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan
mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini
antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan
dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
3. Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan
kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia
visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek,
dekorator dan pemburu.
4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh
untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor,
penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan,
mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini
terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
6. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti
dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain
seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
7. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam
mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi
(merenung) dan keseimbangan diri.
8. Intelegensi naturalis, kemampuan
MANFAAT MENGENALI
POTENSI DIRI
Dengan mengetahui potensi diri, kita
akan merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan setiap tugas dalam
hidup kita. Kita juga dapat mengambil keputusan secara tepat menyangkut karier
atau hidup kita. Selain itu, secara psikis pribadi kita juga akan merasa
nyaman sebab kita mengerjakan sesuatu sesuai dengan potensi yang kita miliki.
Tentunya ini akan berpengaruh dalam banyak hal dalam hidup kita, terlebih
akan nampak dalam kinerja (produktifitas) dari apa yang kita buat
atau lakukan atau hasilkan dalam hidup kita sehari-hari.
Jadi, jelaslah bahwa memahami potensi
diri itu sangatlah penting dan memang perlu diupayakan oleh setiap
pribadi. Sebab dengan memahami dan mengetahui potensi atau talenta yang
kita miliki itu, ia dapat membantu kita meningkatkan kinerja
(produktifitas) kita lebih baik lagi dari tugas-tugas atau dari
apa yang kita lakukan sehari-hari dalam hidup. Selain itu, potensi itu pulalah
yang akan mengarahkan dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan
produktifitas hidup kita sehari-hari. Namun, yang perlu dingat adalah
potensi itu bukanlah sebuah produk atau barang yang sudah jadi. Potensi atau
talenta yang dapat meningkatkan kinerja (produktifitas) hidup kita adalah
hasil atau produk dari pengalaman belajar dan pengalaman hidup kita
sehari-hari yang sudah kita refleksikan.
FAKTOR PENGHAMBAT POTENSI DIRI
HAMBATAN INTERNAL
- Rasa
Malas
Orang
malas adalah orang yang indisipliner. Malas berfikir, kerja, bertindak, bahkan
berniat. Hanya ingin santai-santai saja dan juga tidak punya rasa tanggung jawab.
- Rasa
Takut
Wajar
jika seseorang memiliki rasa takut tetapi jika rasa takut itu terlalu
berlebihan seperti takut gagal, takut di tolak dll maka perasaat tersebut akan
menahan orang untuk melakukan sesuatu.Takut yang berlebihan, tergesa-gesa,
terburu-buru, over. Hal-hal tersebut malah bisa menjadadi hambatan
- Rasa
Malu
Hal
ini disebabkan oleh rendahnya harga diri, seseorang sering salah dalam
menempatkan rasa malu, contohnya dia merasa malu apabila memiliki kekurangan
fisik dan akhirnya tidak percaya diri, hal itulah yang menyebabkan seseorang
tidak bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.Semua kebaikan berawal dari
rasa malu yang tepat. Jadi tempatkan rasa malu itu secara tepat untuk meraih
kesuksesan.
- Rasa
Puas Diri
Kesuksesan,
kepandaian, dan kenyamanan juga bsa menjadi hambatan. Orang yang sudah puas
akan prestasi yang di raihnya serta merasa nyaman dengan kondisi yang
dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut
sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif.
- Putus
Asa
Masalah
seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi
bukan berarti karena hal-hal tersebut
kita berhenti untuk berusaha.Seharusnya kesalahan-kesalahan tersebut semakin
memotivasi kita untuk jadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan ithu lagi
- Rasa
Sombong atau Puas Diri dan Putus Asa
Bila terkena hambatan ini seseorang
akan kehilangan keseimbangan, apabila ia sukses ia akan takabur apabila ia
mengalami kegagalan akan berputus asa.
- Pesimis
Banyak orang yang merasa tidak mampu
sebelum mencoba dan berusaha sebenarnya hal itu adalah penghambat potensi diri
kita.
Bagaimana bisa sukses jika tidak
percaya kita bisa mencapai suatu kesuksesan tersebut.
- Belum
Memahami Kemampuan Diri
Kemampuan
ini berkaitan dengan kemampuan potensial (kecerdasan dan bakat) dan kemampuan
nyata (prestasi akademik dan keterampilan khusus). Karena belum memahami
kemampuan diri, akibatnya kita tidak bisa mengembangkan diri yang dapat
dijadikan modal untuk menggapai sukses ataupun meraih mimpi. Padahal,
berdasarkan kemampuan diri tersebut,bisa menjadikan modal kita untuk mencapai
sukses.
- Mudah
Menyerah
Kadang-kadang
kita tidak mau berusaha dengan keras dalam menggapai sukses sekali gagal
langsung menyerah. Dengan kata lain, kurang
agresif dalam mewujudkan impian. bagaimana bisa sukses bila halangan kecil terlihat seperti gunung yang besar.
agresif dalam mewujudkan impian. bagaimana bisa sukses bila halangan kecil terlihat seperti gunung yang besar.
- Miskin
Impian
Sesuatu
ada dan tercipta karena diawali dengan impian.Begitu juga dengan kesuksesan.
Kita tidak akan mewujudkan mimpi kalau tidak
diawali dengan impian atau cita-cita. Kita yang tidak mempunyai impian akan kehilangan arah atau tujuan yang ingin dicapai, bagaimana bisa meraih impian, jika kita tidak memilikinya.
diawali dengan impian atau cita-cita. Kita yang tidak mempunyai impian akan kehilangan arah atau tujuan yang ingin dicapai, bagaimana bisa meraih impian, jika kita tidak memilikinya.
HAMBATAN EKSTERNAL
Hambatan
ini adalah segala seuatu yang berada di luar jiwa kita seperti
kondisi fisik, lingkungan, dan sebagainya. Apabila seseorang tidak berhasil mengatasi hambatan internalnya, maka dia tidak akan bisa mengatasi hambatan eksternal dan perjalanannya menuju kesuksesan akan terhambat bahkan terhenti. Namun, apabila seorang manusia berhasil mengatasi hambatan-hambatan internal, hambatan-hambatan eksternal justru akan semakin mendewasakan dirinya
kondisi fisik, lingkungan, dan sebagainya. Apabila seseorang tidak berhasil mengatasi hambatan internalnya, maka dia tidak akan bisa mengatasi hambatan eksternal dan perjalanannya menuju kesuksesan akan terhambat bahkan terhenti. Namun, apabila seorang manusia berhasil mengatasi hambatan-hambatan internal, hambatan-hambatan eksternal justru akan semakin mendewasakan dirinya
- Kurang
Memiliki Keterampilan
Sebagaimana
kita maklumi untuk meraih mimpi atau sukses diperlukan
keterampilan khusus. kita bisa sukses disuatu bidang jika kita menguasi
ketrampilan yang menunjang bidang tersebut.
keterampilan khusus. kita bisa sukses disuatu bidang jika kita menguasi
ketrampilan yang menunjang bidang tersebut.
- Kurang
Punya Informasi
bila
kita ingin sukses atau meraih mimpi jika kita kurang memiliki informasi maka
peluangnya akan sedikit apabila hanya mengandalkan satu sumber. Artinya,
semakin sedikit informasi yang dimiliki, maka akan semakin sedikit pula
kesempatan untuk meraih sukses. Seiring dengan itu, pilihan tindakan untuk
meraih sukses atau menggapai impian pun jadi terbatas.
- Kemampuan
Belajar, ketika menghadapi kesulitan maupun kemudahan
Bukan
kondisi atau keadaan yang menentukan kualitas hidup seseorang,
melainkan kemampuan dia menghadapi kondisi tersebut. Karena orang suksesbukan kebetulan, akan tetapi merupakan rangkaian keputusan yang berkelanjutan.dangan kemampuan belajar dari kegagalan atau kesalahan maka kita akan dapat mengatasi hambatan dalam mewujudkan impian.Jika kegagalan atau hambatan datang Tidak perlu panik. Kenali hambatannya,atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali diri Anda. Sering kita sendiri yang membuat "tembok penghalang" kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup
Banyak cara untuk tetap selalu bersemangat dan memiliki harapan. Jawabannya adalah sudah ada pada diri kita masing-masing. Hanya saja
kita punya keberanian atau tidak untuk melihatnya, memahaminya, menerimanya dan menghadapi untuk mencapai sukses.
Jadikan hambatan itu sebagai motivasi diri untuk segera menjadi lebih baiklagi.maka tetap lah berjuang dibalik hambatan
melainkan kemampuan dia menghadapi kondisi tersebut. Karena orang suksesbukan kebetulan, akan tetapi merupakan rangkaian keputusan yang berkelanjutan.dangan kemampuan belajar dari kegagalan atau kesalahan maka kita akan dapat mengatasi hambatan dalam mewujudkan impian.Jika kegagalan atau hambatan datang Tidak perlu panik. Kenali hambatannya,atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali diri Anda. Sering kita sendiri yang membuat "tembok penghalang" kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup
Banyak cara untuk tetap selalu bersemangat dan memiliki harapan. Jawabannya adalah sudah ada pada diri kita masing-masing. Hanya saja
kita punya keberanian atau tidak untuk melihatnya, memahaminya, menerimanya dan menghadapi untuk mencapai sukses.
Jadikan hambatan itu sebagai motivasi diri untuk segera menjadi lebih baiklagi.maka tetap lah berjuang dibalik hambatan
CIRI KHAS ORANG YANG
TIDAK "PERCAYA DIRI"
1. Senang Membicarakan Kejelekan Orang Lain
Seorang
Filsuf Budha mengatakan bahwa "Diri kita adalah akibat dari apa yang sudah
kita pikirkan" Saat seseorang merasa dirinya “jelek” dia akan berusaha
mencari teman dan membuat orang lain supaya terlihat tidak lebih baik dari
dirinya. Oleh karena dia merasa "jelek" maka dia akan berusaha
membicarakan kejelekan orang lain atau berusaha menjelek-jelekkan orang supaya
terkesan tidak ada yang lebih baik darinya. Maksudnya adalah jika orang lain sudah
terungkap kejelekannya maka dia merasa bahwa dia tidak menjadi orang yang
paling jelek. "Jelek" bukan dalam masalah fisik tetapi tingkah laku
atau perbuatandan kemampuan. Jika anda sering berhadapan dengan orang yang suka
membicarakan kejelekan orang lain, waspadalah suatu saat anda akan mendapat
giliran untuk dibicarakannnya. Semangat yang ditunjukkan pada anda membicarakan
seseorang, suatu kali kelak akan dia gunakan untuk membicarakan anda di suatu
waktu kelak. Orang-orang yang suka men-"jelek-jelek"an orang orang
lain atau membicarakan kekurangan orang lain adalah ciri-ciri orang yang kurang
percaya diri. Membicarakan kekurangan orang lain baginya adalah untuk menutupi
kekurangannya, agar dia terlihat lebih baik atau bagus dari orang lain.
2. Mengabaikan Karya Orang Lain
Genevieve
Behrend seorang guru metafisika spiritual dan pengarang pernah menulis
"Tidak ada yang dapat mencegah gambar anda, mewujudkan menjadi kenyataan
kecuali kekuatan yang sama melahirkan gambar itu, yaitu diri anda
sendiri". Seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri biasanya
merasakan bahwa dirinya seorang yang tak berarti, sehingga sangat sulit bagi
dirinya menghargai dirinya. Karena diapun tidak sanggup menghargai dirinya
sendiri. Orang-orang yang tidak memiliki rasa percaya diri sangat sulit untuk
menghargai karya orang lain, karena dia merasa tidak dapat menghasilkan karya
yang bagus maka karya orang lain tidak pernah dapat dihargai. Mengapa sampai
etrjadi demikian? Sekali lagi karena dia takut orang lain dianggap lebih baik
darinya. Dia hanya mau menghargai karya seseorang yang sudah diakui secara
umum, tanpa mau mengapreasiasi karya-karya kecil di sekitarnya. Sebagai contoh
saat anak temannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar bermain biola dan
bernyanyi dia menghargai malah menjelek-jelekan suaranya fals-lah atau biolanya
kurang pas-lah. Dia mulai membanding-bandingkan dengan permainan biola Vanesa
Mae atau suar Sherina, karena dia hanya mau menghargai nyanyian seorang artis
terkenal. Padahal apabila dia di suruh tampil belum tentu bisa. Sangat sulit
bagi dirinya menghargai karya orang lain di sekitarnya, merupakan ciri
orang-orang yang dilanda dengan krisis kepercayaan diri.
3. Merasa Lebih Dari Orang Lain
Albert
Eistein, seorang penemu listrik pernah menuliskan "Imajinasi adalah
segalanya. Imajinasi adalah gambar terdahulu dari peristiwa hidup yang
menjelang"Menggambarkan diri melalui visualisasi diri lebih dari setiap
orang disekitarnya, membuat seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri
sulit untuk berkerja sama dengan orang lain. Dibalik dari "perasaan"
merasa diri paling benar tersembunyi ketidak percayaan diri, sehingga sangat
sulit bagi dirinya untuk menghargai pendapat orang lain dan timbul penolakan
untuk menerima pendapat orang. Orang-orang yang sulit menerima pendapat orang
lain merupakan salah satu ciri dari orang-orang yang kurang memiliki rasa
kepercayaan diri.
4. Tidak Berani Mengungkapkan Pendapat
4. Tidak Berani Mengungkapkan Pendapat
John
Vitae, spesialis pemasaran di dunia menuliskan "Banyak orang merasa mandek
atau terperangkap atau terkungkung situasi mereka saat ini" Berani
memberikan pendapat merupakan ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya,
walaupun pendapat yang diberikan diterima atau tidak, tidak menjadi masalah
baginya. Apabila pendapat yang diberikan diterima dia senang, apabila pendapat
yang diutarakannya tidak dihiraukan tidak membuat masalah baginya. Tetapi
dengan leluasa dia bisa memberikan pendapat, tanpa memaksakan pendapatnya untuk
diterima. Bagi orang-orang yang memiliki ketidak percayaan diri biasanya dia
cuma berani memberikan pendapat di belakang-belakang alias berani di belakang.
Tidak berani memberikan pendapat secara terang-terangan. Karena dia mengira
apabila dia memberikan pendapatnya, dia ketakukan pendapatnya tidak diterim
orang. Padahal pendapat seseorang, tidak harus diterima kalau tidak sesuai.
Sementara bagi seorang yang memiliki rasa percaya diri, baginya adalah pendapat
yang diberikan boleh di terima atau atau tidak, tidak mengusik hidupnya.
CONTOH PRILAKU
DILINGKUNGAN KELUARGA
1. Membiasakan perilaku sesuai
nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga.Perilaku yang sesuai
nilai-nilai Pancasila yang dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga yaitu :
a. Taat dan patuh terhadap orangtua
b. Menjalan Ibadah di Rumah
c. Menghormati orang tua dan saudara
d. Sopan dan santun kepada orang tua
2. Membiasakan perilaku sesuai
nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan
tempat yang sangat strategis dalam membina dan menerapkan nilai-nilai Pancasila
dalam perilaku keseharian siswa, dengan harapan kelak setelah lulus memiliki
kemampuan yang cukup untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Contoh perilaku/sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila:
Contoh perilaku/sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila:
a. Mentaati tata tertib sekolah
b. Mengerjakan tugas sekolah dari guru
dengan baik.
c. Tidak mencontek ketika ulangan
d. Berteman dengan semua teman sekolah
tanpa membedakan suku bangsa dan agamanya
3. Membiasakan perilaku sesuai
nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pergaulan.Perilaku dalam pergaulan yang
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila antara lain:
a. Menghargai pendapat teman
b. Tidak menyakiti hati teman
c. Selalu tolong-menolong terhadap teman yang mangalami musibah
d. Berkerja sama dengan teman untuk kerja bakti
a. Menghargai pendapat teman
b. Tidak menyakiti hati teman
c. Selalu tolong-menolong terhadap teman yang mangalami musibah
d. Berkerja sama dengan teman untuk kerja bakti
4. Membiasakan perilaku sesuai
nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat
merupakan aspek penting selanjutnya dalam pelaksanaanperilaku yang sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan lingkungan masyarakat
merupakan lingkup yang lebih luas dari anggota sebuah negara, yang memegang
peranan penting terhadap kelestarian pandangan hidup suatu negara. Perilaku
sesuai nilai-nilai Pancasila lainnya dalam lingkungan masyarakat adalah:
a. Tidak mengganggu ibadah orang lain
b. Musyawarah dengan masyarakat untuk
membangun lingkungan sekitar
c. Melakukan kerja bakti gotong royong
d. Melakukan poskamling pada malam hari
TANGGUNG JAWAB
DILINGKUNGAN KELUARGA
Setiap manusia
memiliki tanggung jawab masing-masing yang berbeda-beda terutama untuk bagian
menjalani kehidupan. Kita ambil contoh yang sangan familier yaitu dari
lingkungan keluarga, tanggung jawab seorang ayah yang harus mencari nafkah dan
menafkahi keluarganya karena seorang ayah adalah seorang kepala keluarga yang
harus memimpin keluarga tersebut menjadi lebih baik. Selain ayah ada juga ibu,
tanggung jawab ibu ini lah yang mungkin cukup berat. Ibu bertanggung jawab
untuk mengantur seluruh kebutuhan dalam keluarga, selain itu seorang ibu juga
memiliki tanggung jawab besar yaitu menjaga dan mendidik anak agar tidak
terjerumus dalam hal-hal yang negative. Dan yang terakhir, dalam suatu keluarga
terdapat seorang anak. Sebagai seorang anak kita memiliki kewajiban untuk
hormat dan patuh kepada kedua orang tua mereka tanpa kecuali.apabila seorang
anak selalu melawan dan menentang apa perintah dari orang tuanya maka mereka
termasuk melalaikan tanggung jawabnya. Itulah sebagian kecil contoh tanggung
jawab di lingkungan keluarga. Jadi, kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab
yang kita miliki karena tanggung jawab di diri kita merupakan kodrat yang wajib
kita lakukan
KUALITAS BELAJAR
- Slavin
Di dalam belajar harus mendapatkan
perubahan perilaku yang positif pada tiap individu yang di didik. Perubahan ini
disebabkan oleh pengalaman yang didapatkan masing-masing individu. Jika sudah
mendapatkan perubahan itu barulah kualitas pembelajaran dinilai cukup baik.
- Achjar Chalil
Jika ingin memperoleh kualitas
pembelajaran yang tepat, peserta didik dan pendidik harus terlibat dalam suatu
interaksi dalam lingkungan mereka belajar.
- Corey
Ketika peserta didik sudah mampu mengikuti tingkah laku tertentu yang dikelola oleh pendidik barulah
kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
- Munif Chatib
Tak dapat dipungkiri bahwa komunikasi
sangat menentukan kualitas pembelajaran. Transfer informasi harus dilakukan
oleh kedua belah pihak, pendidik memberikan informasi dan peserta didik
menangkap informasi yang disampaikan itu.
- Knowles
Suatu proses pembelajaran dapat
dikatakan memiliki kualitas yang baik jika peserta didik sudah tergornisasi
demi mecapai tujuan pendidikan.
- Cronbanch
Kualitas belajar yang benar harus
melibatkan peserta didik secara langsung. Peserta didik juga harus menggunakan
semua panca indra nya untuk mengalami proses pembelajaran itu.
Pendapat para ahli diatas sangat
berbeda-beda satu sama lain, akan tetapi semua yang dikatakan para ahli
tersebut berguna untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang baik. Selain
melakukan saran dari para ahli, kegiatan belajar tentu harus didukung dari niat
dalam diri sendiri. Motivasi diri untuk mau belajar lebih banyak lagi baik
dalam pendidikan maupun dalan nilai – nilai kehidupan.
Seringkali
para pendidik tidak berdaya dalam menghadapi ondisikelas,
padahal setumpuk materi dan bahan-bahan pendukung pembelajaran (soal-soal dan
sejenisnya) telah dipersiapkan dengan baikoleh guru. Pada kenyataannya,
pembelajaran tidak dapat menghantarkan para siswa terlibat aktif dan
berkontribusi positif dalam peningkatanprestasi
belajar siswa. Dunia pendidikan sesungguhnya menghadapi permasalahan dalam penanganan pencapaian prestasi
sebagian besarsiswa.
Pada umumnya pendidikanyangdiselenggarakan di kelasmenghasilkan
hanya segelintir siswa yang berhasil, sementara sebagianbesarnya kurang tertangani dengan
baik.Menyadari kondisi di atas, seyogyanya
para penyelenggarapendidikan memiliki
langkah-langkah strategis yang bertujuan untukmeningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Sehingga pada akhirnya dapat membantu siswa menemukan
maknadalam pelajaran
dengan cara menghubungkan materi akademik dengankonteks kehidupan keseharian siswa.
Pembelajaran
hendaknya diperkayadengan seperangkat metode
dan teknologi pembelajaran yang relevandan
efektif, agar mampu mengakomodasi keberagaman kemampuansiswa. Berikut ini akan dipaparkan tujuh
langkah efektif gunameningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu pembelajaran
harus mampu:
1. Mengembangkan kecerdasan emosi (emotional
quotient)
2. Mengembangkan kreativitas (creativity
quotient).
3. Mendisiplinkan peserta didik
dengan kasih sayang.
4. Membangkitkan gairah belajar.
5. Memecahkan masalah.
6. Mendayagunakan sumber belajar.
7. Melibatkan masyarakat dalam
pembelajaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar