Jumat, 29 September 2017

PRESTASI DIRI BAGI KEUNGGULAN BANGSA



PRESTASI DIRI

4.1.1 PENGERTIAN PRESTASI DIRI

Pengertian Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, diperoleh atau dikerja- kan. Prestasi setiap orang tidak selalu sama dalam berbagai bidang. Misalnya, prestasi dalam bidang kesenian, olahraga, sastra, kepemimpinan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya. Adapun menu- rut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya).Prestasi  muncul sebagai hasil kerja keras untuk mendayagunakan potensi diri sehingga hasilnya dapat dinikmati bersama. Prestasi seseorang erat kaitannya dengan potensi atau kemampuan dasar yang dimilikinya. Potensi sendiri menyangkut kemampuan dasar inteligensi, logika, dan sikap kerja.
Sebagai generasi muda yang terdidik, kalian sebenarnya memiliki kesempatan luas untuk berprestasi. Prestasi tersebut dapat terwujud jika kalian mampu menggali berbagai potensi diri, baik di bidang akademis maupun nonakademis. Renungkanlah, kesempatan itu sesungguhnya juga merupakan sesuatu yang berharga! Dapatkah kalian bayangkan, remaja yang hidup di suatu negara yang dilanda peperangan dan kemiskinan? Mungkin mereka diimpit oleh kekerasan, dicekam rasa takut, dan menderita kelaparan sehingga kesempatan untuk mengembangkan diri menjadi terbatas. Oleh sebab itu, kita mesti memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Begitu pula potensi yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita, harus kita olah demi mencapai suatu prestasi.



4.1.2 ARTI PENTING PRESTASI DIRI
Orang  harus selalu mengasah potensi dasar yang dimilikinya agar menjadi suatu kemampuan atau keunggulan yang dapat dijadikan modal untuk meraih kesuksesan. Mengasah potensi merupakan suatu keharusan sebagai jalan untuk menuju kesuksesan. Seorang juara tinju dunia, misalnya, harus giat berlatih setiap hari. Jika potensi yang kita miliki tidak kita asah melalui berbagai kegiatan positif, niscaya potensi tersebut akan menguap dan hilang begitu saja.
Menurut teori multiple intelligence yang dicetuskan oleh Howard Gardner dalam bukunya Frame of Mind  tahun 1985, manusia mempunyai banyak kemampuan inteligensi. Gardner menemukan ada delapan macam kecerdasan sebagai potensi yang dimiliki oleh setiap manusia, sebagai berikut.
a. Kecerdasan logis matematis.
b. Kecerdasan interpersonal.
c. Kecerdasan kinestis jasmani.
d. Kecerdasan dalam musik
e. Kecerdasan dalam bahasa.
f. Kecerdasan spasial visual.
g. Kecerdasan naturalis.
Keberagaman kecerdasan tersebut merupakan keberagaman kecerdasan yang sesungguhnya telah dimiliki oleh setiap manusia sebagai karunia dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, beragam kecerdasan atau potensi yang ada hendaknya mendapat tempat, arahan, dan pengembangan yang baik dan seluas-luasnya agar manusia memiliki berbagai macam karya atau prestasi yang patut dibanggakan.



PRINSIP-PRINSIP
1.    Kreatif dan Inovatif
        Kreatif berarti memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan.
        Inovatif berarti memperkenalkan sesuatu yang baru, bersifat pembaruan
        Ciri-ciri berpikir kreatif dan inovatif anatara lain :
        -         Peka terhadap lingkungan
        -         Dinamis dan progresif
        -         Terbuka

2.    Bertanggung jawab
Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu tugas yang dibebankan dengan cara dan hasil yang baik. Langkah yang dapat dilakukan antara lain dengan membuat skala prioritas, fokus pada program dan penjadwalan serta optimalisasi kegiatan.

3.    Bekerja Keras
Bekerja keras dapat diwujudkan dalam bentuk selalu melakukan pekerjaan secara teratur dan bertanggung jawab, selalu disiplin dalam bekerja, selalu mengerjakan pekerjaan dengan baik dan benar

Setiap tindakan yang dilakukan bukan tanpa resiko, karena ada sebab pasti akan ada akibat. Untuk itu sebelum bertindak harus selalu mempertimbangkan masak-masak resiko yang akan timbul dan berusaha menghadapinya serta mengatasinya dengan baik.




















SIFAT-SIFAT PRESTASI

Manusia memiliki sifat-sifat yang berpengaruh terhadap pencapaian prestasi. Sifat- sifat yang positif akan mendukung pencapaian prestasi. Sebaliknya, sikap-sikap yang negatif akan menghambat atau menggagalkan pencapaian prestasi. Sifat-sifat positif tersebut adalah sebagai berikut.

-         Sifat Positif

a.     Memiliki idealisme yang positif.
b.    Dinamis dan kreatif.
c.     Keberanian mengambil risiko.
d.    Optimis dan kegairahan semangat.
e.     Kemandirian dan disiplin murni.
f.      Fisik yang kuat dan sehat.
g.     Sikap kesatria.
h.    Terampil dalam menerapkan iptek.
i.       Kompetitif.
j.       Daya pikir yang kuat.
k.    Memiliki bakat.


-         Sifat Negatif
a.     Mudah diadu domba.
b.    Kurang berhati-hati.
c.     Emosional.
d.    Kurang percaya diri.
e.     Kurang mempunyai motivasi.

















FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI

1.    FAKTOR DARI DALAM :
Bakat / potensi
Kepandaian/ kecerdasan atau intelektual
Minat
Kebiasaan
Motivasi
Pengalaman
Kesehatan
Emosi
2.    FAKTOR DARI LUAR :
Kondisi keluarga
Kondisi lingkungan
Sarana dan prasarana
Kesempatan







BENTUK- BENTUK PRESTASI DIRI 

4 Bentuk Prestasi Diri Bagi Keunggulan Bangsa Indonesia
Bentuk peran serta prestasi diri dapat dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. antara lain dibidang iptek, olah raga, bidang konomi sosial budaya dan sebagainya.
a. Di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)
Bentuk peran serta prestasi diri di bidang Iptek dapat dilakukan dengan cara mempelajari teknologi negara lain untuk diterapkan sesuai dengan kondisi negara kita, mampu menciptakan teknologi tepat guna. Misalnya membuat pembangkit listrik tenaga matahari atau tenaga air yang bisa dilakukan oleh masyarakat pedesaan, membuat alat pengolah sampah menjadi kompos. Membuat alat perontok gabah. Mengolah kotoran sapi menjadi biogas, Membuat alat-alat transportasi (motor, mobil, kapal laut dan pesawat udara) menjadi juara dunia dalam perlombaan bidang iptek.
Contoh yang lain mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi mutakhir seperti sistem komputerisasi dan alat komunikasi. Misalnya pada waktu dulu mengkoreksi hasil pekerjaan ujian nasional siswa dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dan kurang obyektif. Tetapi dengan kemajuan teknologi komputer sekarang dikoreksi dengan mesin scaner sehingga mempercepat proses dan hasilnya cukup obyektif. Begitu juga rekapitulasi penghitungan suara dalam pemilu dengan komputerisasi dan informasi data dapat dipublikasikan dalam waktu singkat.Beberapa warga negara Indonesia yang berprestasi dibidang Iptek tingkat dunia misalnya: Tjokorda Raka Sukawati menciptakan Pondasi kontruksi sosro bahu untuk jalan layang. Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie ahli Rancang bangun pesawat terbang.

b. Di bidang olahraga
Bentuk peran serta prestasi diri di bidang olah raga antara lain menjadi juara berbagai even olahraga regional dan internasional seperti juara dunia tinju, juara dunia bulu tangkis dan cabang olah raga lainnya.
Prestasi Indonesia dalam bidang olahraga sudah tidak diragukan lagi, terutama olahraga di cabang bulu tangkis (badminton). Indonesia telah beberapa kali meraih kejuaraan di tingkat Internasional, baik pada masa kejayaan Rudi Hartono, Icuk Sugiharto, Susi Susanti, Taufik Hidayat dan lain-lainnya.

c. Bidang ekonomi
Bentuk peran serta prestasi diri di bidang ekonomi antara lain menjadi eksportir maupun importir, menjadi pengusaha yang sukses, mendirikan industri yang banyak membuka lapangan kerja; membangun pasar dan manajemen pasar yang modern.
Contoh lain menciptakan dan mengembangkan industri seperti industri otomotif, industri galangan kapal laut di Surabaya, serta industri lainnya yang mampu bersaing dengan perusahaan asing. Beberapa pakar ekonomi yang banyak berperan serta dalam mengembangkan ekonomi negara dan mampu bersaing dengan ekonom dunia misalnya Dr. Budiono, Prof. Sumitro, Dr. Antonio, dan lain-lain.

d. Bidang budaya
Bentuk peran serta prestasi di bidang budaya antara lain menjadi juara dalam lomba menyanyi, festival film, menjadi juara dalam paduan suara, lomba kecantikan.
Contoh lain prestasi diri dalam bidang budaya adalah juara dalam festival kesenian rakyat. Mengembangkan budaya nasional sehingga budaya tersebut menjadi budaya internasional misalnya Baju batik, ukiran, dan kerajinan lainnya.
Beberapa orang yang berprestasi tingkat dunia dalam bidang budaya antara lain: Vina Panduwinata, Harvey Malaeholo, sebagai juara nyanyi, Christine Hakim sebagai aktris terbaik.
Afandi dan Basuki Abdullah sebagai pelukis. Masih banyak budayawan lainnya yang berprestasi di tingkat dunia sehingga membawa harum nama bangsa Indonesia

MACAM-MACAM PRESTASI DIRI

a.     Prestasi belajar    prestasi hasil belajar atau bidang pendidikan ini dapat di perinci lebih luas misalnaya prestasi  hasil belajar matematika ,, IPA ,, bahasa dan lail-lain...
b.    Prestasi kerja    prestasi kerja mencakup hal yang sangat luas misalnya prestasikerja buruh ,, karyawan ,, pegawai negeri ,, petani,, dan lain-lain.
c.     Prestasi di bidang seni dan budaya para seniman menghasilkan berbagai bentuk kesenian baik seni lukis ,, seni pahat ,, seni musik ,, seni suara ,, panggung wayang orang ,, ketoprak maupun berbagai jenis tari-tarian..
d.    Prestasi di bidang olahraga   para olahragawan memperoleh prestasi yang baik dalam bidang olahraga misalnya Rudi Hartono ,, Taopik Hidayat berprestasi dalam bidang olahraga bulu tangkis ,, Kris John berorestasi dalam olahraga tinju.
e.     Prestasi di bidang politik dan pemerintah    para pejabat  negara dan para anggota lembaga negara merupakan contoh orang-orang yang meraih prestasi yang tinggi dalam bidang politik dan pemerintah. mereka mampu memimpin bangsa dan negara serta meningkatkan kesadaran warga negara dan tentang arti pentingnya hidupberbangsa dan bernegara.
f.      Prestasi di bidang hukum   alat-alat negara sebagai penegak hukum seperti polisi ,,hakim ,, jaksa maupun perangkat hukum lainnya merupakan contoh figur yang memperoleh prestasi di dalam bidang hukum atau penegak hukum. selain para penegak hukum dan ahli ketatanegaraan merupakan pihakyang memiliki prestasi yang baik di bidang hukum ,, mereka telah membantu pemerimtah dalam menyusun hukum dan memasyarakatan hukum.
g.     Prestasi di bidang ekonomi    bidang ekonomi merupakan bidang yang sangat luas menyangkut hampir segala lapisan kehidupan masyarakat.













KARAKTERISTIK PRESTASI

Tiap anak memiliki macam-macam gaya belajar yang cenderung unik. Contohnya, dalam satu keluarga, pasti ada anak yang cenderung mudah menerima pelajaran pada suasana hening, ada pula anak yang pola belajarnya cenderung lebih mudah terserap dengan bantuan musik dan bahkan sambil menonton TV!

Macam-Macam Gaya Belajar Anak Yang Perlu Anda Pahami
Ada empat macam gaya belajar anak yang telah diketahui.

Visual         : Biasanya mereka belajar dengan membaca dan mengamati
    gambar dll
Auditory     : Gaya belajar yang mengandalkan pendengaran.   
   Mendengarkan guru   menerangkan salah satunya
Tactile          : Gaya belajar yang mengandalkan daya sentuh
Kinesthetic : Gaya belajar yang mengandalkan aktivitas fisik
Pertama, anak didik yang tipe belajarnya Auditory
·       Gunakan materi pelajaran berbasis audio visual untuk membantu mereka belajar, bisa dengan berlangganan Channel TV yang menyajikan acara edukasi dan tutorial mata pelajaran.
·       Bantulah mereka menggubah materi pelajaran mereka menjadi lagu yang unik atau sesuai dengan lagu favorit mereka memudahkan mereka belajar.
·       Buatlah semacam tugas presentasi untuk memaksimalkan kemampuan mereka menangkap dan menyampaikan informasi lisan di depan kelas.
Sedangkan untuk buah hati Anda yang memiliki gaya belajar Visual, dapat Anda maksimalkan dengan metode berikut!
·       Pandu mereka untuk membuat sendiri flashcard mata pelajaran, perkaya dengan berbagai bagan, gambar dan ilustrasi untuk memicu daya belajar mereka.
·       Ajaklah anak-anak dengan tipe gaya belajar ini ke Kebun Binatang, situs sejarah, atau melakukan studi lapang untuk mengamati langsung objek-objek yang ada di tiap materi pelajaran di sekolah
·       Gunakan media audio visual untuk membantu mereka belajar, terutama channel TV kaya acara dokumenter seperti Discovery atau National Geographic, atau Anda dapat mendownload media pembelajaran berupa flash animation secara gratis di internet
·       Bantulah mereka ‘menerjemahkan’ informasi berupa tulisan menjadi bagan-bagan atau ilustrasi untuk mempermudah mereka memahami suatu mata pelajaran di sekolah.
Kita lanjutkan pada cara memaksimalkan gaya belajar anak dengan
tipe Kinesthetic dan tactile learning
·         Ajak mereka membuat maket gunung berapi, memandikan hewan, mengamati dan membuat buket tanaman untuk membantu mereka belajar dan mengenal alam. Seringlah pula mengajak mereka wisata ke tempat bersejarah untuk membantu mereka belajar ilmu pengetahuan sosial
·         Buatlah tugas berupa praktikum atau pengalaman fisik lain untuk membantu memicu pemahaman mereka di kelas.
·       Mintalah mereka untuk mengumpulkan, mengenal dan membuat karya seni dari benda-benda di sekitar Anda yang berhubungan dengan materi pelajaran mereka di sekolah. Dengan begitu buah hati Anda akan lebih mudah menerima mata pelajaran.









MENGANALISIS KELEMAHAN DIRI

Anda harus selalu paham dengan karakteristik dalam diri. Pahami apa kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda berhasil melakukannya, setidaknya akan ada 5 manfaat dari mengenali kekurangan dalam diri sendiri, antara lain sebagai berikut.
1.  Tidak sombong.
Orang yang tahu jika dirinya mempunyai kelemahan tidak akan pernah sombong membanggakan kelamahannya tersebut. Mereka akan senantiasa bersikap rendah hati dan tidak berlebihan dalam bersikap.

2. Selalu mawas diri.
Orang yang paham dengan kelemahan dirinya juga selalu mawas diri untuk menganalisa kekurangan apa saja yang harus segera diperbaiki. Ada bisa mawas diri sehingga mampu mengontrol keinginan untuk berbuat hal-hal yang justru bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

3. Termotivasi untuk belajar.
Ketika merasa memiliki kekurangan, Anda pasti akan segera termotivasi untuk belajar. Anda berharap dengan banyak belajar akan membuat diri menjadi semakin berkembang. Sehingga, proses belajar yang baik dapat digunakan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kelemahan yang ada pada diri Anda selama ini.
4. Tidak salah mengambil keputusan.
Seseorang akan cenderung menghindari melakukan sebuah hal ketika merasa tidak yakin dapat melaksanakannya dengan baik. Mereka tidak ingin ketidaktahuan yang ada justru menggiringnya kepada jurang kehancuran. Jika dipikir dengan jernih, pernyataan tersebut sangat benar karena tanpa keyakinan dan keterampilan untuk berhasil akan sangat bodoh jika ada seseorang yang masih nekat melakukannya. Dengan demikian, sikap memahami kekurangan diri sendiri ternyata mampu menghindarkan Anda dari kesalahan dalam pengambilan sebuah keputusan.

5. Mudah bergerak maju.
Semakin paham dengan kekurangan yang ada akan membuat Anda semakin termotivasi untuk belajar demi menghapus kekurangan tersebut. Semakin banyak proses belajar yang dilakukan akan semakin membuat diri Anda berkembang lebih pesat. Semakin pesat perkembangan positif yang dihasilkan akan membuat Anda semakin mudah untuk bergerak maju menuju tujuan yang selam ini dicita-citakan.Kekurangan tidak selalu membawa dampak negatif jika Anda bisa menyiasatinya dengan baik. Bahkan, kekurangan justru bisa menjadi titik klimaks kebangkitan Anda dalam meraih kesuksesan.
MENGENAI POTESI DIRI PRESTASI DIRI

Sebagai mahluk sosial, manusia dituntut untuk mampu mengatasi segala masalah  yang timbul sebagai akibat dari interaksi dengan lingkungan sosial dan  harus mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku. Untuk itulah setiap individu dituntut untuk menguasai beberapa ketrampilan seperti ketrampilan pribadi, ketrampilan sosial, ketrampilan akademik dan ketrampilan dalam bidang tertentu.
Dalam hubungannya dengan prestasi diri dan sebagai mahluk sosial maka penekanan lebih pada ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya, biasanya disebut dengan aspek psikososial. Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnya dengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain atau bercanda dengan teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggungjawab sesuai perkembangan anak, dan sebagainya. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebut sejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugas perkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat saat ia remaja atau dewasa.
Menurut Zainun Mu’tadin (2006:1) ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting dan  krusial manakala anak sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan karena pada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luas dimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan. Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akan menyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehingga dapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial), dan bahkan  dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dan sejenisnya. Keadaan ini dinamakan prestasi diri yang negatif atau gagal. Tentu sangat susah untuk membuat mereka berperan serta dalam berbagai aktivitas yang berujung pada prestasi, atau memiliki prestasi diri yang positif atau sukses.
Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remaja untuk dapat mengembangkan  ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuan untuk menyesuaikan diri. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan hal tersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan.Hal ini penting sekali karena seseorang yang punya potensi sekalipun tidak selamanya akan selalu sukses. Kadangkala dia akan mengalami kegagalan. Tetapi menanamkan pengertian bahwa kegagalan adalah sukses yang tertunda adalah penting sekali, sehingga dia akan terpacu untuk mencoba lagi sampai berhasil.
Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang berada dalam fase perkembangan masa remaja adalah memiliki ketrampilan sosial (social skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi :
1.     Kemampuan berkomunikasi
2.     Menjalin hubungan dengan orang lain
3.     Menghargai diri sendiri dan orang lain
4.     Mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain
5.     Memberi atau menerima feedback
6.     Memberi atau menerima kritik
7.     Bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku.
Apabila ketrampilan sosial dapat dikuasai oleh remaja pada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampu mengembangkan aspek psikososial dengan maksimal sehingga dia akan dapat berprestasi.
Menurut hasil studi Davis dan Forsythe (1984), dalam kehidupan remaja terdapat delapan aspek yang menuntut ketrampilan sosial (social skill) yaitu :
  1. Keluarga
  2. Lingkungan
  3. Kepribadian
  4. Rekreasi
  5. Pergaulan dengan lawan jenis
  6. Pendidikan/sekolah
  7. Persahabatan dan solidaritas kelompok
  8. Lapangan Kerja
Hubungannya dengan prestasi diri maka seorang remaja dalam pengembangan aspek psikososialnya, harus dapat dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kondisi yang kondusif sehingga membuat tercapainya prestasi diri. Di bawah ini adalah beberapa hal yang dapat berpengaruh bagi pengembangan aspek psikososial remaja :

Ciri-ciri individu yang kurang percaya diri :
  1. Berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok
  2. Menyimpan rasa takut /kekhawatiran terhadap penolakan
  3. Sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri-namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri
  4. Pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negatif
  5. Takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil
  6. Cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri)
  7. Selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu
  8. Mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat bergantung pada keadaan dan pengakuan/penerimaan serta bantuan orang lain) (Rini, Jacinta , 2002:2)












MACAM-MACAM POTENSI DIRI

Secara umum, macam-macam potensi manusia adalah sebagai berikut:
1.    Potensi fisik, merupakan organ fisik manusia yang dapat digunakan dan diberdayakan untuk berbagai kepentingan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Potensi fisik berfungsi sesuai dengan jenisnya. Contohnya, mata untuk melihat, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar, dan sebagainya.
2.    Potensi mental intelektual (intelectual quotient), merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak belahan kiri). Potensi ini berfungsi, antara lain menganalisis, menghitung, merencanakan sesuatu, dan sebagainya.
3.    Potensi sosial emosional (emotional quotient), merupakan potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (terutama otak belahan kanan). Potensi ini berfungsi, antara lain untuk mengendalikan amarah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri, dan sebagainya. Emotional quotient (EQ) lebih banyak dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan lingkungan.
4.    Potensi mental spiritual (spiritual quotient), merupakan potensi kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai, tetapi menemukan nilai). Dengan SQ manusia dapat muncul sebagai makhluk yang utuh secara intelektual, emosional, dan spiritual. Cara pengungkapan SQ adalah melalui pendidikan agama dan pendidikan budi pekerti.
5.    Potensi ketangguhan (adversity quotient), merupakan potensi kecerdasan manusia yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan, dan daya juang yang tinggi. AQ merupakan salah satu faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespons berbagai kesulitan dengan baik. Dengan AQ, berarti seseorang telah mampu mengubah rintangan menjadi peluang.
Potensi-potensi tersebut, pada dasarnya masih merupakan kemampuan yang belum terwujud secara optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan hal lain agar potensi tersebut dapat didayagunakan, tentu saja manusia mesti memiliki ambisi. Ambisi inilah yang mendorong orang untuk berusaha meraih keinginannya. Tanpa ambisi, orang hanya akan merasa puas dengan kondisi yang dimilikinya sekarang, tidak ada keinginan untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Walaupun demikian, kita harus mampu untuk menakar kemampuan diri. Jangan sampai ambisi yang berlebihan, yang berada di luar jangkauan dan kewajaran justru membawa kita ke jurang kesombongan dan mendorong pada kegagalan.
Ambisi adalah dorongan untuk mencapai hasil yang diperlihatkan dan dihargai oleh orang lain. Menurut ilmu jiwa, ”keberhasilan” dimaksudkan untuk mempertinggi rasa harga diri dan memperkuat kesadaran diri. Ambisi yang berlebihan (ambisius) mungkin merupakan alat untuk menutupi ketidakberhasilan, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun perasaan rendah diri. Ambisi berbeda dengan cita-cita dan target. Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu. Cita-cita adalah suatu keinginan (kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran. Target adalah sasaran (batas ketentuan, dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai.
Motivasi untuk mencapai hasil bukanlah bawaan, tetapi dibentuk melalui pendidikan. Masyarakat kita yang berorientasi pada sukses dan prestasi, membuat orang tua mendorong ambisi anak dan muridnya. Akan tetapi, banyak orang tidak menyadari bahwa ambisi yang berlebihan merusak keberhasilan. R.G. Stennet dapat memperlihatkan bahwa, ambisi yang berlebihan memberi efek buruk terhadap hasil yang dicapai.
Ambisi yang berlebihan (ambisius) berakibat negatif, tidak hanya terhadap perkembangan kemampuan untuk berhasil, tetapi juga terhadap perkembangan sosial. Orang yang punya ambisi berlebihan cenderung egois dalam mencapai sasarannya. Oleh karena orang yang ambisius lebih memusatkan perhatian pada tujuannya sendiri tanpa memerhatikan tujuan orang lain, dan tidak terbuka pikirannya terhadap orang lain.
Kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) adalah kemampuan orang untuk mengenal dan mengendalikan emosinya, mengenal dan memahami emosi orang lain, serta menunjukkan reaksi emosi yang sesuai dengan tuntutan keadaan.
BENTUK-BENTUK POTENSIAL DIRI

Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
  • Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
  • Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
  • Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.
Menurut "Howard Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:
1.    Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
2.    Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
3.    Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
4.    Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
5.    Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.
6.    Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
7.    Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.
8.    Intelegensi naturalis, kemampuan







MANFAAT MENGENALI POTENSI DIRI

Dengan mengetahui potensi diri, kita akan merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan setiap tugas dalam hidup kita. Kita juga dapat mengambil keputusan secara tepat menyangkut karier atau hidup kita. Selain itu, secara psikis pribadi kita juga akan merasa nyaman sebab kita mengerjakan sesuatu sesuai dengan potensi yang kita miliki. Tentunya ini akan berpengaruh dalam banyak hal dalam hidup kita, terlebih akan nampak dalam kinerja (produktifitas) dari apa yang kita buat atau lakukan atau hasilkan dalam hidup kita sehari-hari.
Jadi, jelaslah bahwa memahami potensi diri itu sangatlah penting dan memang perlu diupayakan oleh setiap pribadi. Sebab dengan memahami dan mengetahui potensi atau talenta yang kita miliki itu, ia dapat membantu kita meningkatkan kinerja (produktifitas)  kita lebih baik lagi dari tugas-tugas atau dari apa yang kita lakukan sehari-hari dalam hidup. Selain itu, potensi itu pulalah yang akan mengarahkan dan memotivasi kita untuk lebih meningkatkan produktifitas hidup kita sehari-hari. Namun, yang perlu dingat adalah potensi itu bukanlah sebuah produk atau barang yang sudah jadi. Potensi atau talenta yang dapat meningkatkan kinerja (produktifitas) hidup kita adalah hasil atau produk dari pengalaman belajar dan pengalaman hidup kita sehari-hari yang sudah kita refleksikan.        


FAKTOR PENGHAMBAT POTENSI DIRI

HAMBATAN INTERNAL

-      Rasa Malas
Orang malas adalah orang yang indisipliner. Malas berfikir, kerja, bertindak, bahkan berniat. Hanya ingin santai-santai saja dan juga tidak punya rasa tanggung  jawab.
-      Rasa Takut
Wajar jika seseorang memiliki rasa takut tetapi jika rasa takut itu terlalu berlebihan seperti takut gagal, takut di tolak dll maka perasaat tersebut akan menahan orang untuk melakukan sesuatu.Takut yang berlebihan, tergesa-gesa, terburu-buru, over. Hal-hal tersebut malah bisa menjadadi hambatan
-      Rasa Malu
Hal ini disebabkan oleh rendahnya harga diri, seseorang sering salah dalam menempatkan rasa malu, contohnya dia merasa malu apabila memiliki kekurangan fisik dan akhirnya tidak percaya diri, hal itulah yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.Semua kebaikan berawal dari rasa malu yang tepat. Jadi tempatkan rasa malu itu secara tepat untuk meraih kesuksesan.
-      Rasa Puas Diri
Kesuksesan, kepandaian, dan kenyamanan juga bsa menjadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang di raihnya serta merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif.
-      Putus Asa
Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti  karena hal-hal tersebut kita berhenti untuk berusaha.Seharusnya kesalahan-kesalahan tersebut semakin memotivasi kita untuk jadi lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan ithu lagi
-      Rasa Sombong atau Puas Diri dan Putus Asa
Bila terkena hambatan ini seseorang akan kehilangan keseimbangan, apabila ia sukses ia akan takabur apabila ia mengalami kegagalan akan berputus asa.
-      Pesimis
Banyak orang yang merasa tidak mampu sebelum mencoba dan berusaha sebenarnya hal itu adalah penghambat potensi diri kita.
Bagaimana bisa sukses jika tidak percaya kita bisa mencapai suatu kesuksesan tersebut.
-      Belum Memahami Kemampuan Diri
Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan potensial (kecerdasan dan bakat) dan kemampuan nyata (prestasi akademik dan keterampilan khusus). Karena belum memahami kemampuan diri, akibatnya kita tidak bisa mengembangkan diri yang dapat dijadikan modal untuk menggapai sukses ataupun meraih mimpi. Padahal, berdasarkan kemampuan diri tersebut,bisa menjadikan modal kita untuk mencapai sukses.
-      Mudah Menyerah
Kadang-kadang kita tidak mau berusaha dengan keras dalam menggapai sukses sekali gagal langsung menyerah. Dengan kata lain, kurang
agresif dalam mewujudkan impian. bagaimana bisa sukses bila halangan kecil terlihat seperti gunung yang besar.
-      Miskin Impian
Sesuatu ada dan tercipta karena diawali dengan impian.Begitu juga dengan kesuksesan. Kita tidak akan mewujudkan mimpi kalau tidak
diawali dengan impian atau cita-cita. Kita yang tidak mempunyai impian akan kehilangan arah atau tujuan yang ingin dicapai, bagaimana bisa meraih impian, jika kita tidak memilikinya.

HAMBATAN EKSTERNAL
Hambatan ini adalah segala seuatu yang berada di luar jiwa kita seperti
kondisi fisik, lingkungan, dan sebagainya. Apabila seseorang tidak berhasil mengatasi hambatan internalnya, maka dia tidak akan bisa mengatasi hambatan eksternal dan perjalanannya menuju kesuksesan akan terhambat bahkan terhenti. Namun, apabila seorang manusia berhasil mengatasi hambatan-hambatan internal, hambatan-hambatan eksternal justru akan semakin mendewasakan dirinya

-      Kurang Memiliki Keterampilan
Sebagaimana kita maklumi untuk meraih mimpi atau sukses diperlukan
keterampilan khusus. kita bisa sukses disuatu bidang jika kita menguasi
ketrampilan yang menunjang bidang tersebut.

-      Kurang Punya Informasi
bila kita ingin sukses atau meraih mimpi jika kita kurang memiliki informasi maka peluangnya akan sedikit apabila hanya mengandalkan satu sumber. Artinya, semakin sedikit informasi yang dimiliki, maka akan semakin sedikit pula kesempatan untuk meraih sukses. Seiring dengan itu, pilihan tindakan untuk meraih sukses atau menggapai impian pun jadi terbatas.

-      Kemampuan Belajar, ketika menghadapi kesulitan maupun kemudahan
Bukan kondisi atau keadaan yang menentukan kualitas hidup seseorang,
melainkan kemampuan dia menghadapi kondisi tersebut. Karena orang suksesbukan kebetulan, akan tetapi merupakan rangkaian keputusan yang berkelanjutan.dangan kemampuan belajar dari kegagalan atau kesalahan maka kita akan dapat mengatasi hambatan dalam mewujudkan impian.Jika kegagalan atau hambatan datang Tidak perlu panik. Kenali hambatannya,atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali diri Anda. Sering kita sendiri yang membuat  "tembok penghalang"   kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup
Banyak cara untuk tetap selalu bersemangat dan memiliki harapan. Jawabannya adalah sudah ada pada diri kita masing-masing. Hanya saja
kita punya keberanian atau tidak untuk melihatnya, memahaminya, menerimanya dan menghadapi untuk mencapai sukses.
Jadikan hambatan itu sebagai motivasi diri untuk segera menjadi lebih baiklagi.maka tetap lah berjuang dibalik hambatan














CIRI KHAS ORANG YANG TIDAK "PERCAYA DIRI"

1. Senang Membicarakan Kejelekan Orang Lain
Seorang Filsuf Budha mengatakan bahwa "Diri kita adalah akibat dari apa yang sudah kita pikirkan" Saat seseorang merasa dirinya “jelek” dia akan berusaha mencari teman dan membuat orang lain supaya terlihat tidak lebih baik dari dirinya. Oleh karena dia merasa "jelek" maka dia akan berusaha membicarakan kejelekan orang lain atau berusaha menjelek-jelekkan orang supaya terkesan tidak ada yang lebih baik darinya. Maksudnya adalah jika orang lain sudah terungkap kejelekannya maka dia merasa bahwa dia tidak menjadi orang yang paling jelek. "Jelek" bukan dalam masalah fisik tetapi tingkah laku atau perbuatandan kemampuan. Jika anda sering berhadapan dengan orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain, waspadalah suatu saat anda akan mendapat giliran untuk dibicarakannnya. Semangat yang ditunjukkan pada anda membicarakan seseorang, suatu kali kelak akan dia gunakan untuk membicarakan anda di suatu waktu kelak. Orang-orang yang suka men-"jelek-jelek"an orang orang lain atau membicarakan kekurangan orang lain adalah ciri-ciri orang yang kurang percaya diri. Membicarakan kekurangan orang lain baginya adalah untuk menutupi kekurangannya, agar dia terlihat lebih baik atau bagus dari orang lain.

2. Mengabaikan Karya Orang Lain
Genevieve Behrend seorang guru metafisika spiritual dan pengarang pernah menulis "Tidak ada yang dapat mencegah gambar anda, mewujudkan menjadi kenyataan kecuali kekuatan yang sama melahirkan gambar itu, yaitu diri anda sendiri". Seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri biasanya merasakan bahwa dirinya seorang yang tak berarti, sehingga sangat sulit bagi dirinya menghargai dirinya. Karena diapun tidak sanggup menghargai dirinya sendiri. Orang-orang yang tidak memiliki rasa percaya diri sangat sulit untuk menghargai karya orang lain, karena dia merasa tidak dapat menghasilkan karya yang bagus maka karya orang lain tidak pernah dapat dihargai. Mengapa sampai etrjadi demikian? Sekali lagi karena dia takut orang lain dianggap lebih baik darinya. Dia hanya mau menghargai karya seseorang yang sudah diakui secara umum, tanpa mau mengapreasiasi karya-karya kecil di sekitarnya. Sebagai contoh saat anak temannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar bermain biola dan bernyanyi dia menghargai malah menjelek-jelekan suaranya fals-lah atau biolanya kurang pas-lah. Dia mulai membanding-bandingkan dengan permainan biola Vanesa Mae atau suar Sherina, karena dia hanya mau menghargai nyanyian seorang artis terkenal. Padahal apabila dia di suruh tampil belum tentu bisa. Sangat sulit bagi dirinya menghargai karya orang lain di sekitarnya, merupakan ciri orang-orang yang dilanda dengan krisis kepercayaan diri.
3. Merasa Lebih Dari Orang Lain
Albert Eistein, seorang penemu listrik pernah menuliskan "Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah gambar terdahulu dari peristiwa hidup yang menjelang"Menggambarkan diri melalui visualisasi diri lebih dari setiap orang disekitarnya, membuat seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri sulit untuk berkerja sama dengan orang lain. Dibalik dari "perasaan" merasa diri paling benar tersembunyi ketidak percayaan diri, sehingga sangat sulit bagi dirinya untuk menghargai pendapat orang lain dan timbul penolakan untuk menerima pendapat orang. Orang-orang yang sulit menerima pendapat orang lain merupakan salah satu ciri dari orang-orang yang kurang memiliki rasa kepercayaan diri.

4. Tidak Berani Mengungkapkan Pendapat
John Vitae, spesialis pemasaran di dunia menuliskan "Banyak orang merasa mandek atau terperangkap atau terkungkung situasi mereka saat ini" Berani memberikan pendapat merupakan ciri-ciri orang yang memiliki rasa percaya, walaupun pendapat yang diberikan diterima atau tidak, tidak menjadi masalah baginya. Apabila pendapat yang diberikan diterima dia senang, apabila pendapat yang diutarakannya tidak dihiraukan tidak membuat masalah baginya. Tetapi dengan leluasa dia bisa memberikan pendapat, tanpa memaksakan pendapatnya untuk diterima. Bagi orang-orang yang memiliki ketidak percayaan diri biasanya dia cuma berani memberikan pendapat di belakang-belakang alias berani di belakang. Tidak berani memberikan pendapat secara terang-terangan. Karena dia mengira apabila dia memberikan pendapatnya, dia ketakukan pendapatnya tidak diterim orang. Padahal pendapat seseorang, tidak harus diterima kalau tidak sesuai. Sementara bagi seorang yang memiliki rasa percaya diri, baginya adalah pendapat yang diberikan boleh di terima atau atau tidak, tidak mengusik hidupnya.
















CONTOH PRILAKU DILINGKUNGAN KELUARGA

1.  Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga.Perilaku yang sesuai nilai-nilai Pancasila yang dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga yaitu :
a.     Taat dan patuh terhadap orangtua
b.    Menjalan Ibadah di Rumah
c.     Menghormati orang tua dan saudara
d.    Sopan dan santun kepada orang tua

2.  Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan tempat yang sangat strategis dalam membina dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku keseharian siswa, dengan harapan kelak setelah lulus memiliki kemampuan yang cukup untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Contoh perilaku/sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila:
a.     Mentaati tata tertib sekolah
b.    Mengerjakan tugas sekolah dari guru dengan baik.
c.     Tidak mencontek ketika ulangan
d.    Berteman dengan semua teman sekolah tanpa membedakan suku bangsa dan agamanya
3.  Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pergaulan.Perilaku dalam pergaulan yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila antara lain:
a. Menghargai pendapat teman
b. Tidak menyakiti hati teman
c. Selalu tolong-menolong terhadap teman yang mangalami musibah
d. Berkerja sama dengan teman untuk kerja bakti

4.  Membiasakan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat merupakan aspek penting selanjutnya dalam pelaksanaanperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dikarenakan lingkungan masyarakat merupakan lingkup yang lebih luas dari anggota sebuah negara, yang memegang peranan penting terhadap kelestarian pandangan hidup suatu negara. Perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila lainnya dalam lingkungan masyarakat adalah:
a.     Tidak mengganggu ibadah orang lain
b.    Musyawarah dengan masyarakat untuk membangun lingkungan sekitar
c.     Melakukan kerja bakti gotong royong
d.    Melakukan poskamling pada malam hari


TANGGUNG JAWAB DILINGKUNGAN KELUARGA

Setiap manusia memiliki tanggung jawab masing-masing yang berbeda-beda terutama untuk bagian menjalani kehidupan. Kita ambil contoh yang sangan familier yaitu dari lingkungan keluarga, tanggung jawab seorang ayah yang harus mencari nafkah dan menafkahi keluarganya karena seorang ayah adalah seorang kepala keluarga yang harus memimpin keluarga tersebut menjadi lebih baik. Selain ayah ada juga ibu, tanggung jawab ibu ini lah yang mungkin cukup berat. Ibu bertanggung jawab untuk mengantur seluruh kebutuhan dalam keluarga, selain itu seorang ibu juga memiliki tanggung jawab besar yaitu menjaga dan mendidik anak agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang negative. Dan yang terakhir, dalam suatu keluarga terdapat seorang anak. Sebagai seorang anak kita memiliki kewajiban untuk hormat dan patuh kepada kedua orang tua mereka tanpa kecuali.apabila seorang anak selalu melawan dan menentang apa perintah dari orang tuanya maka mereka termasuk melalaikan tanggung jawabnya. Itulah sebagian kecil contoh tanggung jawab di lingkungan keluarga. Jadi, kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab yang kita miliki karena tanggung jawab di diri kita merupakan kodrat yang wajib kita lakukan



KUALITAS BELAJAR

  • Slavin
Di dalam belajar harus mendapatkan perubahan perilaku yang positif pada tiap individu yang di didik. Perubahan ini disebabkan oleh pengalaman yang didapatkan masing-masing individu. Jika sudah mendapatkan perubahan itu barulah kualitas pembelajaran dinilai cukup baik.
  • Achjar Chalil
Jika ingin memperoleh kualitas pembelajaran yang tepat, peserta didik dan pendidik harus terlibat dalam suatu interaksi dalam lingkungan mereka belajar.
  • Corey
Ketika peserta didik sudah mampu mengikuti tingkah laku tertentu yang dikelola oleh pendidik barulah kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.
  • Munif Chatib
Tak dapat dipungkiri bahwa komunikasi sangat menentukan kualitas pembelajaran. Transfer informasi harus dilakukan oleh kedua belah pihak, pendidik memberikan informasi dan peserta didik menangkap informasi yang disampaikan itu.
  • Knowles
Suatu proses pembelajaran dapat dikatakan memiliki kualitas yang baik jika peserta didik sudah tergornisasi demi mecapai tujuan pendidikan.
  • Cronbanch
Kualitas belajar yang benar harus melibatkan peserta didik secara langsung. Peserta didik juga harus menggunakan semua panca indra nya untuk mengalami proses pembelajaran itu.
Pendapat para ahli diatas sangat berbeda-beda satu sama lain, akan tetapi semua yang dikatakan para ahli tersebut berguna untuk mewujudkan kualitas pembelajaran yang baik. Selain melakukan saran dari para ahli, kegiatan belajar tentu harus didukung dari niat dalam diri sendiri. Motivasi diri untuk mau belajar lebih banyak lagi baik dalam pendidikan maupun dalan nilai – nilai kehidupan.















Seringkali para pendidik tidak berdaya dalam menghadapi ondisikelas,
padahal setumpuk materi dan bahan-bahan pendukung pembelajaran (soal-soal dan sejenisnya) telah dipersiapkan dengan baikoleh guru. Pada kenyataannya, pembelajaran tidak dapat menghantarkan para siswa terlibat aktif dan berkontribusi positif dalam peningkatanprestasi belajar siswa. Dunia pendidikan sesungguhnya menghadapi permasalahan dalam penanganan pencapaian prestasi sebagian besarsiswa.
Pada umumnya pendidikanyangdiselenggarakan di kelasmenghasilkan hanya segelintir siswa yang berhasil, sementara sebagianbesarnya kurang tertangani dengan baik.Menyadari kondisi di atas, seyogyanya para penyelenggarapendidikan memiliki langkah-langkah strategis yang bertujuan untukmeningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Sehingga pada akhirnya dapat membantu siswa menemukan maknadalam pelajaran dengan cara menghubungkan materi akademik dengankonteks kehidupan keseharian siswa.
Pembelajaran hendaknya diperkayadengan seperangkat metode dan teknologi pembelajaran yang relevandan efektif, agar mampu mengakomodasi keberagaman kemampuansiswa. Berikut ini akan dipaparkan tujuh langkah efektif gunameningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu pembelajaran harus mampu:
1. Mengembangkan kecerdasan emosi (emotional quotient)
2. Mengembangkan kreativitas (creativity quotient).
3. Mendisiplinkan peserta didik dengan kasih sayang.
4. Membangkitkan gairah belajar.
5. Memecahkan masalah.
6. Mendayagunakan sumber belajar.
7. Melibatkan masyarakat dalam pembelajaran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DO'A Sesudah Sholat Tarawih

وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ Wa ilal jannati dakhilin ...